Waterproofing Pada Konstruksi Bangunan

Waterproofing Pada Konstruksi Bangunan

Waterproofing Pada Konstruksi Bangunan. Sahabat Indo Material tentunya sering mendengar istilah Waterproofing. Istilah dari Bahasa Inggris yang sering terdengar di pekerjaan konstruksi. Definisinya sendiri adalah proses membuat suatu objek atau struktur tahan air atau kedap air. Sehingga tetap relatif tidak terpengaruh oleh air atau menahan masuknya air dalam kondisi tertentu. Waterproofing tersebut bisa di lingkungan basah atau di bawah air hingga kedalaman tertentu.

Tahan Air, Kedap Air & Anti Lembab

Tahan air dan kedap air sering mengacu pada ketahanan terhadap penetrasi air dalam keadaan cair dan mungkin juga di bawah tekanan. Sedangkan anti lembab mengacu pada ketahanan terhadap kelembaban atau embun. Sebutan untuk uap air pengembunan yang melalui bahan atau struktur adalah Moisture Vapor Transmission Rate (MVTR).

Ragam Penggunaan Waterproof

Waterproofing paling sering mengacu pada penggunaan di struktur bangunan. Seperti ruang bawah tanah, dek, atau area basah. Lainnya adalah di perahu, kanvas dan pakaian jas hujan. Juga di perangkat elektronik dan kemasan kertas.

Waterproofing Pada Pekerjaan Konstruksi

Dalam konstruksi, bangunan atau struktur kedap air dengan menggunakan membran dan pelapis untuk melindungi isi dan integritas bagian struktur tersebut. Dalam konstruksi bangunan, waterproof adalah aspek mendasar untuk menciptakan perlindungan bangunan secara umum. Yaitu dengan mengkodisikan bagian bangunnan tertentu tahan atau kedap terhadap air. Bahan penutup atap, dinding, pondasi, dan semua jenis penetrasi melalui permukaan ini harus tahan air dan terkadang kedap air.

Atap

Rancangan bahan atap umumnya tahan air dan desainnya mampu mengalirkan air dari atap yang miring. Tetapi dalam beberapa kondisi, seperti atap yang menahan salju dan pada atap datar, waterproofing harus kedap air. Ada banyak jenis bahan waterproofing, termasuk berjenis membran tahan air untuk atap bangunan.

Dinding

Tembok pada prinsipnya tidak menahan genangan air secara langsung dan rancangan jenis waterproofnya cukup berpori. Ini untuk membiarkan kelembapan tetap keluar. Tembok atau dinding pasangan bata pastinya sudah dengan lapisan tahan lembab dengan lapisan mortar dan bata yang tersusun. Hal ini bisa untuk mencegah naiknya kelembaban. Selain itu beton di fondasi di bawah dinding harus tahan lembab atau kedap air sekalipun terendam air tanah.

Dek Atap & Balkon

Area khusus waterproofing lainnya adalah dek atap dan balkon. Dek, atau ubin outdoor yang tidak konsisten secara kualitas, menjadi salah satu penyebab utama kerusakan struktur bangunan akibat air. Belum lagi kerusakan material tersebut karena kesalahan pengerjaan. Hal lain adalah ketika produk yang tidak tepat digunakan untuk aplikasi yang salah. Sementara itu istilah waterproof digunakan untuk banyak produk, masing-masing memiliki area aplikasi yang sangat spesifik. Ketika spesifikasi pabrikan dan prosedur pemasangan tidak diikuti, konsekuensinya bisa parah.

Perkembangan Teknologi

Dari akhir 1990-an hingga 2010-an, industri konstruksi telah mengalami kemajuan teknologi dalam bahan kedap air, termasuk sistem kedap air integral dan bahan membran yang lebih canggih. Teknologi material waterproofing yang sama juga digunakan pada bangunan lainnya seperti kolam sebagai pelapis dinding agar kedap air. Bahan membran berusaha mengatasi kekurangan dalam metode lama seperti penggunaan material berbahan dasar Polivinil Klorida dan Poli Etilen densitas tinggi (HDPE).

 

“Waterproofing Pada Konstruksi Bangunan”
By Admin. Adaptasi dari Wikipedia & sumber-sumber lainnya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top